KENDARI,PILAR KEADILAN.com- Pada momen perayaan Idul Fitri Tahun 1446 Hijriyah 2025 Masehi Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Mayjen TNI (...
KENDARI,PILAR KEADILAN.com-Pada momen perayaan Idul Fitri Tahun 1446 Hijriyah 2025 Masehi Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka mengatakan bahwa Idul fitri ini adalah pertama kali bagi Dirinya dan Ir. Hugua sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara. Untuk itu, pada hari kemenangan ini pihaknya menyampaikan terima kasih yang sebesar- besarnya kepada masyarakat Sultra yang telah memberikan kepercayaan kepada mereka berdua untuk memimpin daerah Sultra.
"Tak lupa kami mohon doa, dukungan, dan kerja sama dari seluruh elemen masyarakat agar saya bersama Bapak Ir. Hugua dapat menjalankan tugas kepemimpinan daerah dengan baik," ucapnya.
"Sebagai penerima amanah masyarakat Sultra, kami tegaskan kembali bahwa pemerintahan yang kami pimpin adalah pemerintahan untuk semua, dan bukan untuk orang-orang tertentu atau sekelompok orang,"sambungnya.
"Kami telah berkomitmen dengan penuh kesungguhan hati “mewakafkan diri” untuk memberikan karya-karya yang terbaik sesuai dengan kemampuan kami demi menghadirkan kemajuan masyarakat dan daerah Sultra," ujarnya.
Kemajuan akan dapat dicapai, jika kita semua bersatu. Untuk itu, melalui momentum hari kemenangan ini, selaku pimpinan daerah saya ingin menggugah kesadaran kita semua untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan,"harapnya.
Hilangkan sekat- sekat diantara kita. Jangan kita tercerai berai hanya karena perbedaan agama, etnis, budaya, bahasa, dan status sosial, termasuk perbedaan pendapat dan pandangan politik. Mari kita hilangkan ego sektoral.
Mari kita perkuat semangat kebersamaan, bahu-membahu dan bergotong royong, bersinergi dan berkolaborasi dalam membangun daerah untuk mewujudkan Sultra yang maju, menuju masyarakat aman, sejahtera dan religius,"tuturnya.
"Syukur alhamdulillah, wasyukurillah, marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat allah subhanahu wata’ala, atas limpahan rahmat, taufiq dan hidayah-NYA, sehingga pada hari yang suci dan penuh berkah ini, kita masih diberi umur panjang, kesehatan, kekuatan, dan kesempatan untuk dapat bersama-sama menunaikan ibadah Shalat Idul Fitri Tahun 1446 Hijriyah /2025 Masehi.
Shalawat dan salam tak lupa kita sampaikan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, para sahabat dan orang- orang yang dicintainya, semoga kita sekalian mendapat syafa’atnya di hari kemudian.
Alhamdulillah, kita telah menjalankan ibadah puasa ramadhan Tahun 1446 Hijriyah / 2025 Masehi selama sebulan lamanya.
Puasa ramadhan memiliki dua aspek penting, yaitu aspek sosial, dan aspek religi. dalam konteks aspek sosial, salah satu makna berpuasa adalah bagaimana kita menahan lapar seperti yang dirasakan oleh saudara-saudara kita setiap hari selalu menahan lapar, karena hanya bisa makan sekali dalam sehari atau bahkan tidak makan, yang disebabkan oleh keterbatasan ekonominya.
Dengan kata lain, berpuasa mengajarkan kita untuk memiliki kesadaran dan kepedulian yang tinggi terhadap kesusahan dan penderitaan hidup orang lain.
Sedangkan dalam konteks aspek religi, tujuan berpuasa ramadhan adalah la‘allakum tattaqun artinya agar kita menjadi insan bertaqwa, sebagaimana yang dijelaskan dalam Al-Qur’an Surah Al Baqarah, ayat 183, yang artinya : “wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa”.
Konsep taqwa telah dijelaskan di dalam beberapa ayat Al Quran, salah satunya ada dalam surah Ali – Imran, ayat 133, 134 dan 135 : “bersegeralah kamu mencari ampunan dari tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya, seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa”
“Yaitu orang-orang yang berinfaq, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan kesalahan orang lain. dan allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan”.
“dan juga orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, segera mengingat allah, lalu memohon ampunan atas dosa- dosanya, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa-dosa selain allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui”.
Dari ketiga ayat tersebut dapat disimpulkan bahwa orang bertakwa merupakan ahli surga, yang ciri-cirinya yaitu : istiqomah berinfaq dalam segala kondisi, mampu menahan amarah dan memaafkan.
Sesama, serta selalu mengingat Allah ketika berbuat keji atau menzalimi diri sendiri, dan segera memohon ampun kepada allah, dan tidak meneruskan perbuatan dosa.
Semoga ibadah puasa dan ibadah-ibadah lain yang telah kita kerjakan selama bulan suci ramadhan dapat membawa perubahan positif terhadap peningkatan keimanan dan kualitas diri yang ber-akhlak mulia, memiliki kepekaan dan kepedulian terhadap sesama, serta memiliki keikhlasan, kejujuran, dan kesabaran.
Hari ini kita merayakan hari kemenangan, setelah kita berjuang secara lahir dan batin melawan dan mengendalikan hawa nafsu di bulan suci ramadhan. Kumandang takbir, tahlil dan tahmid menggema di seluruh penjuru dunia sebagai wujud kesyukuran dan keimanan kepada allah subhanahu wata’ala.
Sebelum mengakhiri sambutan ini, pada hari yang suci dan penuh berkah ini, saya mengajak kepada kita semua, mari dengan penuh keikhlasan hati untuk saling memaafkan atas segala kesalahan dan kekhilafan di antara kita.
Lupakan perselisihan yang pernah terjadi di masa-masa yang lalu. Mari kita pererat ikatan persaudaraan (ukhuwa), baik persaudaraan sebagai sesama umat islam dan sesama warga masyarakat Sultra, maupun persaudaraan sebagai sesama anak bangsa.
Semoga dengan kesabaran dan keikhlasan, menjadikan kita insan yang lebih beriman dan bertakwa yang insyaa allah akan mengantarkan kita pada kebahagiaan dan keselamatan di dunia dan di akhirat, sebagaimana doa yang sering kita panjatkan : “rabbana atina fiddun-ya hasanah, wafil akhirati hasanah, waqina ‘azabannar”.
Akhirnya, perkenankan saya atas nama pemerintah Provinsi Sultra dan selaku pribadi beserta keluarga, dengan segala ketulusan hati mengucapkan selamat hari raya idul fitri 1 syawal 1446 hijriyah / 2025 masehi, minal ‘aidin wal faizin, “mohon maaf lahir dan batin”
"Demikian yang dapat saya sampaikan pada kesempatan ini. semoga allah subhanahu wata’ala, senantiasa mencurahkan rahmat dan bimbingan-nya kepada kita semua, aamiin yaa robbal alamiin,"pungkasnya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Sultra juga menyampaikan hormat kepada Wagub Sultra, pimpinan Forkopimda, Sekda, Kakanwil Kemenag Sultra, pejabat unsur TNI polri lingkup Sultra, Ketua MUI dan para pimpinan lembaga dan ormas di Sultra, alim ulama, tokoh masyarakat, insan pers, tokoh agama dan seluruh jamaah Salat Idul Fitri yang sempat hadir dalam kesempatan dimaksud.
Untuk diketahui, Khutbah salat disampaikan oleh Drs KH Muslim.,M.Si yang berjudul “jadikan idul fitri sebagai momentum rekonsiliasi pasca pilkada.(PPID Provinsi Sultra)
Editor : Tim PK